Sumber

Suara Dari Ujung Telepon

Img: X unknown
Img: X unknown

Beberapa hari lalu dari ujung telepon.
"Mas, mbok punyaku di jadikan seperti punya tetangga. Aku lihat punya mereka, punyaku seperti ketinggalan zaman. Kenapa tidak sekalian?"

Ia bermaksud ingin meminta menambahkan proyek Automasi AR Orderan ke kerjaannya.

Dengan sedikit jeda yang aslinya bersiap mengatakan jawaban logis atas dua pertanyaan tersebut. Padahal, rasanya apa yang aku buat ini adalah masa lalu. Masa depan, setidaknya adalah n8n atau agent-AI yang memiliki jaringan syaraf tiruan agar tidak terlalu kaku dan banyak di program berdasarkan kondisi if-else-elif.

Sejak aku perkenalkan beberapa bulan kemarin. Rasanya proyek ini memang tidak sia-sia. Banyak orang mengatakan terbantu. Itu adalah kondisi bagus karena mereka dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, yang tadinya semua serba manual. Kini semua presisi (meski tepat sasaran itu ya tergantung bagaimana aturan kodenya—atau dalam kasus umum masa kini disebut algoritma dibaliknya).

Memang seharusnya berguna.
Sebab pekerjaan di rentang eksekutor memang biasanya menumpuk. Setiap aturan-aturan paling banyak akan di rasakan oleh eksekutor. Itulah sebabnya tak perlu memikirkan dua pekerjaan yang bersamaan merupakan kebebasan yang nyata.

Di lain sisi, sebagai pekerja masa kini, juga seharusnya berjabat dengan alat-alat modern. Sebab jika tidak, akan terasa tertinggal dan kaku. Terlebih pada fase yang setiap hal, cukup memerlukan pengetikan saja, setiap masalah atau tantangan memiliki solusinya—inilah yang aku sebut bagian dari estafet revolusi industri.

Sebagai salah satu pengagum Buddha Gautama, aku pinjam nasihatnya tentang:

Aku tidak ingin mengajar untuk menjadikanmu muridku
Aku tidak tertarik untuk membuatmu menjadi muridku
Aku tidak tertarik untuk memutuskan hubunganmu dengan gurumu yang lama
Aku bahkan tidak tertarik mengubah tujuanmu
Karena setiap orang ingin lepas dari penderitaan
Cobalah apa yang telah kutemukan ini dan nilailah oleh dirimu sendiri
Jika itu baik bagimu terimalah dan jika tidak baik, janganlah engkau terima

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!