Perpisahan
Sekilas
Sebuah puisi yang Aku buat di tahun 2011. Kemudian sekitar awal tahun 2012 sering aku nyanyikan seperti anak-anak jalanan. Di tahun ini pula beberapa orang terdekat berkata dengan penuh dukungan untuk di nyanyikan dalam sebuah momen tertentu, akan tetapi aku sadar bahwa semenjak kecil aku bukanlah seorang yang bercita-cita menjadi musisi. Untuk itulah aku merasa sangat sulit jika harus mengaransemen musikalitasnya terlebih dengan waktu yang hanya satu bulan.
Puisi dan lagu ini tercipta dari banyak latar belakang yang mempengaruhi kemudian aku satukan sesuai dengan isi hati serta idealisme hidupku, yang mana unsur akan cinta adalah faktor utama.
Cinta yang aku maksud adalah sesuatu yang tidak terbatas. Artinya cinta tidak hanya kepada seorang (lawan jenis) yang kita cintai saja, karena dewasa ini "kebanyakan" yang aku lihat selalu menilainya dengan sudut pandang yang sama. Tetapi terlihat jelas bahwa di atas seperti sebuah cerita antara seseorang kepada kekasihnya, ini aku pakai agar pembaca atau penikmat bisa merasakan langsung secara transparan, semua tidak terlepas dari esensi setiap manusia yang menyukai lawan jenisnya. Jadi aku rasa itu akan sangat mudah di pahami oleh siapapun.
Esensi dari puisi di atas adalah bahwa batas antara rasa senang dan kesedihan itu sangat tipis, bahkan jika aku jujur rasanya tidak ada batasnya. Kesedihan lahir dari banyak hal, akan tetapi banyak hal tersebut hanya dapat kita temui di bagian luarnya saja (jasmani). Karena pemahamanku berkata bahwa kesedihan merupakan akibat dari apa yang telah berlaku.
Jika kita bersikap pasrah dan percaya bahwa Tuhan itu ada, aku rasa kesedihan itu akan hilang, luntur bersama senyuman, keceriaan, kebahagian. Karena kita yakin bahwa yang terjadi sudah pasti sebuah kebaikan untuk diri kita.
Kemudian ada rasa ikhlas, artinya bahwa jika kita sudah percaya dan menyerahkan semua kepada Tuhan. Kita harus menpunyai perasaan ini sebagai tanda ketulusan hati akan kerelaannya terhadap semua yang terjadi.
Terakhir adalah kenangan. Bagiku kenangan adalah mengingat-ingat kembali, menghadirkan, membayangkan, apa yang membekas dalam ingatan. Kita semua bagian dari kenangan, sebab suatu saat kita akan kembali kepada diri kita yang sejati.
Aku juga percaya bahwa wahyu Tuhan tidak terbatas sampai pada Nabi Muhammad. Seperti penemuan-penemuan yang terbaru, aku rasa juga termasuk wahyu Tuhan yang mana Dia sendiri menghendaki ilmu-Nya di ketahui untuk mempermudah urusan umat-Nya. Secara personal aku menganggapnya sebagai kenangan, bagaimanapun Kitab-Kitab-Nya merupakan janji, peringatan dan tuntunan kepada kita semua yang tertulis. Yang tidak tertulis adalah apa yang kita lakukan atau lalui sehari-hari artinya pelajaran dan mendapatkan pelajaran.

Gabung dalam percakapan