Sumber

Jebakan-Jebakan Bahasa Kehidupan

Gbr: Banana
Gbr: Banana

Shinta, aku pernah menulis surat untukmu bahwa setiap kata akan selalu memiliki lawannya, atau kebalikannya. Seperti setiap kata cinta, ada benci di dalamnya. Maka jangan kaget apabila produk hukum juga memiliki celahnya, karena begitulah, kata, bukan?

Karena kata-kata itu terbatas. Hal yang juga selalu aku katakan kepadamu di beberapa waktu ketika bertemu. Makanya, orang yang mencintaimu hanya dengan kata-katanya, belum tentu ia beneran mencintaimu. Begitu juga orang yang membencimu dengan kata-katanya, belum tentu beneran ia membencimu. Bukankah palung hati itu jauh lebih dalam dari pada palung mariana?


Alam mencintaimu tidak dengan kata-katanya. Karena mereka tidak dapat berbicara, atau sebenarnya kita yang tak pernah tahu bahasanya? Bukankah bahasa juga produk kesepakatan, seperti yang pernah ku katakan? Gedang, dalam Sunda itu berarti pepaya. Kalau di Jawa, ini pisang. Di tempatmu apa? Begitulah kesepakatan. Meskipun tidak semua yang disepakati itu berakhir kepuasan.

Maka, jangan terjebak oleh kata-kata, Shinta. Atau engkau teperdaya oleh kata-kata. Es cendol yang engkau beli acak di jalanan, mungkin manis. Tetapi tidak semua hal yang manis itu berasal dari sukrosa. Bisa jadi, ia dibuat dengan sakarin. Ia manis, namun jika terlalu banyak akan meninggalkan rasa pahit setelahnya.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!