Sumber

Surel: Surat Elektronik

Gbr: Banana
Gbr: Banana

Kurang dari seminggu ini, ku tatap layar monitor temanku. Sebab setelah ia ketuk-ketuk tetikus, lalu ia hanya memandangi sebuah kotak hitam di layarnya. Seketika aku bertanya: kamu lagi apa? Jawabnya dengan penuh percaya diri bahwa ia sedang mengirim surel.

Coba, manusia mana yang percaya bahwa ia sedang mengirim surel? Padahal jelas-jelas ia sedang memandangi sebuah kotak hitam yang muncul di layarnya. Tak ada apapun di sana, bahkan tulisan surelnya, penerima surel, dll sebagaimana surel itu di tulis. Tidak ada sama sekali. Dengan penuh rasa curiga, langsung aku buka kotak terkirim dalam alamat surel tersebut.

Duuuaaar!
Memang benar adanya surel yang di kirim. Lengkap dengan penerima beserta tembusan, isi surel dan yang menakjubkan adalah terdapat lampiran surelnya. Dalam hati aku berkata: kok bisa, ya? Gimana caranya?

Pembaca.
Apakah sudah tahu, surel itu apa? Sebab di beberapa kesempatan, jika aku berkata "surel", orang seperti kebingungan dan mencari tumpukan memori yang pernah diingatnya tentang kosa kata surel. Singkatnya, surel itu surat elektronik alias e-mail. Mungkin, juga akan banyak orang bingung jika aku berkata: lokapasar, daring, luring, dst.

Pernah suatu ketika aku pergi ke kota besar di negeri ini. Sepanjang jalan, tertulis "slow down", aku yang baru membuka mata dari tidur pulasku di kursi penumpang, tetiba kaget. Ku kira aku hidup kembali atau minimal siuman dan menjadi orang asing. Ternyata bukan. Memang demikianlah kota tersebut. Padahal, dulu, sewaktu aku ke Pulau Dewata, di sana malah yang banyak aku jumpai Aksara Balinya, dari pada bahasa asingnya. Cukup aneh memang dunia.

Apa sih yang tidak aneh?
Lha wong barang di gudang yang gedenya 10 kali lapangan sepakbola dan barangnya kecil-kecil saja bisa di hitung dalam sekian menit. Gimana coba? Sulapan juga kan, itu? Iya, itulah teknologi RFID-RFID Reader.


Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!