Sumber

Bunga Asoka Malam

Bunga Asoka Malam
Bunga Asoka Malam

Kekasih, inilah bunga yang menemaniku semalam berbicara di depan banyak pasang mata. Rasanya, baru kemarin aku dapat mengarang puisi di depan guruku dan teman-temanku. Rasanya juga baru kemarin aku menghafalkan pidato untuk ikut serta lomba. Juga, rasanya baru kemarin aku menghafalkan naskah drama dengan tokoh Ki Demang, itu. Rasanya memang baru kemarin, Kekasih.

Lima tahun juga tidak terasa. Apapun yang terjadi pada dirimu, tetap akan terjadilah, tidak perduli engkau sedang tertatih-tatih, merangkak atau bahkan di puncak kemenangan melawan dunia. Kendati demikian, jangan salah bahwa petahana juga selalu di goyang dari banyak arah, bukankah demikian kata pepatah — semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya?

Res, non verba.

Bunga ini, tersusun dari bagian-bagian kecil. Sama seperti kehidupan. Di setiap lini, kehidupan memang di susun dari sebuah partikel-partikel kecil, Kekasih. Coba, katakan apa yang tidak tersusun dari sesuatu yang kecil? Namun, jangan salah bahwa satu hal yang kecil jika bersama akan membentuk kekuatan besar.

Bunga itu, jika berkumpul bersama membentuk mahkota, bukankah begitu? Inilah hal-hal kecil yang juga ingin di sampaikan oleh semesta.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!