Sumber

Aku dan Bayangan

Aku dan Bayangan
Aku dan Bayangan
Saat aku pulang. Pulang ke desa. Hal pertama yang selalu aku ingat adalah. Aku malu. Bukan kepada orang lain. Tapi aku malu pada diriku. Karena tempat ini begitu istimewa. Bila engkau pernah melihat pertunjukan wayang, lalu ada adegan Raden Janaka ingin menamai seorang bayi kecil, dia bertapa untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Rasanya di sini sama. Ini bukan tentang yang terlihat. Perlu lebih jauh...Kekasih.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 4 Agustus 2018.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!