Sang Kekasih, Terkasih
Kekasih...
Engkau pergi berkelana memenuhi hasrat cintamu
Jarak tak menjadi alasan untuk kau mundur
Waktu tak menghalangi tekadmu bahagiakan kekasihmu
Kekasih...
Berapapun harga tak kau pedulikan
Kau bayar mahal semua tangis dan lukamu
Jatuh bangun hadapi goncangan, badai, dan hantaman
Masih kau berdiri tegak mengepal demi kekasihmu
Kekasih...
Seolah kau telah buta karena cinta
Kau telah lumpuh karena cinta
Kau telah bisu karena cinta
Kekasih...
Adakah ketiadaan yang juga patut kau cinta?
Adakah dzat yang akan mengerti setiap waktu tentangmu?
Adakah keheningan yang tetap membekas meski kau tak memikirnya?
Adakah kasih sayang yang tetap menyelimutimu saat kemarau dan dingin?
Katakanlah kepadaku dengan bisik yang siapapun tak bisa mendengarnya, terkecuali ketiadaan yang ada menjadi dzat keheningan dalam cermin-cermin kasih sayang dalam dirimu.
Gbr : flickr.com
Teks asli di publikasikan pada tanggal 26 September 2018.

Gabung dalam percakapan