Pada Sebuah Kerinduan Yang Di Rajam Perpisahan
Senja semakin meninggalkan senyuman indahnya
Angin segar berhembus bersama kepergianmu
Apakah pertemuan kita secepat ini?
Layaknya surya mengejar bulan, atau sebaliknya?
Aku tak pernah tau, siapa yang saling mengejar, bahkan diantara kita
Andaikan aku bisa menulis takdir, tak akan aku tulis pertemuan kita
Karena setiap pertemuan selalu berakhir dengan kepergian
Aku tak akan merelakan kepergian itu, aku hanya ingin bersamamu
Sejak pertama kali dan seterusnya
Betapa kesepiannya hati ini semenjak engkau pergi
Apakah disana engkau merasakan hal yang sama?
Aku selalu berharap bermimpikanmu di setiap malamku
Tapi mengapa itu tak pernah ada dalam hidupku?
Lalu apa yang dapat aku katakan tentang rindu kepada setiap orang?
Tak ada yang bisa aku katakan dibanding dengan sebuah pelukan
Seperti halnya kebahagiaan tak bisa didapatkan dengan uang
Bersama lembutnya angin yang menyentuh lembut diriku
Bersamanya pula aku titipkan pesan untukmu
Teks asli di publikasikan pada tanggal 4 September 2020.

Gabung dalam percakapan