Sumber
Situs IHFANDICAHYO.COM sudah dialihkan ke IHFANDICA.COM. Terima kasih atas perhatiannya. _/\_

Di Hadapan Raja Aku Bersimpuh




Suatu hari, setelah aku mulai lelah dan putus asa untuk mengejar, Shinta. Aku duduk bersimpuh di hadapan Raja. Aku bacakan isi hatiku bahwa aku sudah tidak bisa lagi mengejar apa yang semakin menjauh, karena kehidupan, cinta, tidak sebercanda itu.

Pada malam selanjutnya, aku bersimpuh kembali di hadapan Raja. Aku bacakan isi hatiku yang lain: Wahai Paduka Raja, Engkaulah pemilikku. Engkau pula pemilik apa yang kini bertahta dalam hatiku. Jika tahta itu hanyalah nama tanpa wujud, maka hancurkanlah semuanya. Biarkanlah aku menangis, terluka dan menderita. 

Tidak ada artinya istana yang megah nan gagah yang Engkau bangun ini jika di dalamnya hanyalah sebuah nama. Laksana tempat-tempat peribadatan yang ada Nama-Mu tetapi tidak ada orang yang memuja dan memuji kepada-Mu di dalamnya selain hanya debu dan kekosongan semata. Maka, hancurkanlah kemegahan dan kegagahan itu dalam hatiku. Biarkanlah aku bangun lagi dengan reruntuhannya, di mana airnya adalah air mataku dan perekatnya darahku.

Memang, siapakah aku ini? Jika ia menginginkan sahabat yang memiliki kasih dan sayang, itu bukanlah aku. Bila ia menginginkan sahabat yang kaya raya, juga bukan aku. Apalagi ia menginginkan sahabat yang pintar, bukan pula aku. Bawalah ia ke tempat di mana ia mencari bahagia dan biarkanlah aku di sini menunggu seorang yang menerimaku tanpa tapi dan karena.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!