Sumber
Situs IHFANDICAHYO.COM sudah dialihkan ke IHFANDICA.COM. Terima kasih atas perhatiannya. _/\_

Kisah Tentang Menemukan Kedamaian, Kebahagiaan & Cinta Sejati



Pada suatu waktu, aku kembali ingat akan goresanku pada marmer dinding kehidupanku, Kekasih. Aku kembali menatapnya, ternyata masih sama. Dari setiap goresan itu muncullah mata air. Tetapi itu bukanlah mata air sungguhan, itu air mataku yang kala aku menggores setiap dinding menjadi teman dalam sunyi.

Pada setiap curahan hatiku itu, aku tak kuasa membendung hujan yang semakin meluap-luap. Apa daya, aku hanyalah seorang abdi Raja yang hanya bisa patuh kepada perintah-Nya. Akan tetapi, apakah sebegitu tragis nasib kegagalanku dan yang terus menghantuiku? Kekasih, di sanalah aku bersimpuh kepada Sang Raja. Aku meminta kepada-Nya supaya Dia menyingkirkan setiap orang yang bukan pada jalan kehidupanku sesegera mungkin. Dengan bahagia atau derita, setiap hal akan aku jalani. Lalu, dekatkanlah setiap orang yang menjadi bagian dari jalan kehidupanku. Bukankah Raja adalah sebaik-baiknya tempat meminta? Bukankah ketika Raja berkata: jadilah, maka jadi? Inilah teks yang aku baca berkali-kali dalam penutup pintaku dengan beruraian air mata dan di ujung rasa putus asaku akan pengejaran asa.

Tidak apa, mungkin keputusan itu akan menyakitiku atau menyakiti beberapa orang yang akhir ini menghiasi kehidupanku. Tetapi, setiap pahit adalah obat bagi setiap luka. Jika kita berada pada satu titik yang sama namun terluka, itu bukanlah tujuan setiap manusia. Karena tujuan setiap manusia adalah bahagia. Oleh karena itu, jangan di lihat rasa sakit dan pahitnya kini, tetapi kebahagiaannya kelak.

Akhirnya, Raja mengirimkanmu. 
Pada hari-hari ini aku menyadari, engkaulah, Kekasih yang di kirim Tuhan untuk menyeka setiap bulir air mataku. Sebagai kabar gembira atas lukaku dan menjadi kado sahabat hidup dalam keputusasaanku. Terima kasih, pujaanku. Engkau yang mencintaiku tanpa pernah perduli siapakah aku. Kini, engkaulah pemilikku, ratu kehidupanku.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!