Sumber

Tuan Putri

Ketika bola dunia masih terjaga. Di antara sorak sorai para penguasa malam, tetiba tuan putri bertanya yang kemudian memecah keheningan menjadi sejuta pertanyaan. Ia mengatakan; mengapa dalam Excel kita harus pakai tanda tutup kurung?

Seketika memoriku terpacu menyusuri setiap tumpukan kertas lusuh dalam lemari-lemari yang mulai bergemuruh. Beruntung saja nasib hidupku selalu di pertemukan dengan orang-orang pintar. Jadi aku bisa melihat cara kerjanya dan hasil kerjanya.

Kemudian, aku ibaratkan bahwa tanda tutup kurung itu layaknya pintu. Kalau ada pintu di depan, ya di belakang harus ada penutupnya. Apa gunanya ada pintu di depan jika yang belakang melompong? Mirip sebuah rumah, jika pintu itu di buka, maka di dalamnya bisa di isi barang-barang lagi. Bukankah begitu, rumus bertingkat dalam Excel, itu?

=IF(A2>=90; "Sangat Baik"; IF(A2>=75; "Baik"; IF(A2>=60; "Cukup"; "Kurang")))

Tak puas dengan jawabanku, ia kembali menjawabnya dengan tandas; maksudku, kenapa tanda tutup kurungnya harus berjejer-jejer? Kenapa tidak dibuat tidak berjejer atau minimal satu saja?

Oke.

Karena kita membicarakan pintu, maka rumus ini layaknya rumah. Di dalam rumah, kita juga bisa menaruh barang-barang, kan? Bisa menaruh almari di depan, di belakang, atau bahkan ada kamar-kamar juga, yang mana malahan terkadang di sebuah kamar memiliki kamar mandi dalam pula. Begitulah persamaan rumus Excel. Di dalam suatu rumus, terkadang ia memiliki rumus lagi di dalamnya, juga ia harus memiliki pembuka dan penutup, layaknya setiap pintu rumah atau pintu almari sebagai bagian identitas. Itulah kenapa harus ada penutupnya, bisa kok tidak berjejer. Misalnya ada celah yang bisa di isi huruf atau teks, layaknya pintu rumah yang memiliki ruang kosong atau bisa di isi apa saja sesuai kebutuhan.

=IF(A2>=75; "Lulus"; "Gagal") & " (" & TEXT(A2; "0") & " Poin)"

Atau malah kita bisa buat rumus sendiri yang hanya punya satu kurung buka dan tutup, itu dengan LAMBDA.

=LAMBDA(nama; "I LOVE YOU, " & UPPER(nama) & "!")("Tuan Putri")

LAMBDA itu di ibaratkan kita membuat alat yang hanya kita yang tahu cara menggunakannya. Namun, alat ini tidak bisa digunakan oleh sembarangan orang, kecuali mereka kita beri tahu cara kerjanya.

Kendati demikian, dalam dunia Excel ada tingkat di atasnya lagi. Ini adalah VBA, dalam VBA, ia bahkan tidak hanya hidup dalam satu sel. Namun ia bisa mengakses hal-hal di luar Excel. Ini adalah ilmu magis dalam dunia Excel, tidak perlu rumus yang terlihat, namun cukup berikan satu kondisi pemicu, maka ia akan jalan secepat kilat.

Private Sub Worksheet_Change(ByVal Target As Range)
    If Target.Address = "$A$1" And Target.Value = "Tuan Putri" Then
        MsgBox "Akses Diterima! Selamat Datang, Tuan Putri.", vbInformation, "VBA Magic"
        Range("B1").Value = "I LOVE YOU"
        Range("B1").Font.Color = vbRed
        Range("B1").Font.Bold = True
    End If
End Sub

Apakah semua orang menggunakan LAMBDA?

Tentu saja tidak. Orang yang terbiasa dengan Excel-pun, belum tentu tahu dengan LAMBDA dan VBA. Apakah VBA hanya bisa hidup di Excel? Iya, dalam konteks alat pengolah angka, ia hanya hidup di Excel. Hampir tidak mungkin di bawa ke luar Excel karena keterbatasan dukungan. Di Google Sheet misalnya, ini tambah tidak mungkin. Mereka punya bahasa umum yang berbasis JavaScript — bahasa terkini yang mudah bagi siapa saja karena ruang lingkupnya luas.

Apakah di Excel hanya terbatas dengan rumus-rumus tersebut?

Tentu saja tidak. Misalnya jika Excelmu bisa menggunakan rumus "=PY", ini artinya Excelmu istimewa, karena bahasa ini juga tidak terpaku pada kurung buka dan tutup. Bahkan ia jauh melebihi rumus-rumus Excel yang biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya. Meski aslinya, =PY bukanlah rumus Excel murni.


nama = xl("A1")
pesan = f"I LOVE YOU, {str(nama).upper()}!"
pesan
Selamat belajar Excel, karena Excel adalah bahasa pemrograman dasar yang paling mudah di terima manusia. — Ihfandi Cahyo, 2026
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!