Dalam Kesunyian dan Kehampaan
Kesunyian dan kehampaan inilah caraku bermanja dengan kekasihku,
Mengingat kenangan di masa lalu.
Di mana kata-kata gugur sebelum sempat terucap,
Hanya rintih napas yang merapalkan rindu menderu.
Aku menanggalkan jubah wujudku di ambang pintu-Mu,
Menjadi debu yang sujud dalam benderang cahaya-Mu.
Bukanlah jarak yang menggoreskan pedih pada jiwa,
Melainkan kedekatan yang membakar habis segala keakuan.
Cawan hatiku kini kosong dari anggur duniawi,
Namun meluap oleh rahasia yang tak tertampung semesta.
Biarlah akal menertawakan mabuknya seorang pecinta,
Sebab dalam ketiadaan diri, aku menemukan Keabadian.
Di kedalaman sunyi, tirai antara kita pun terkoyak,
Menyisakan satu wujud: Engkau yang menatap lewat mataku.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 31 Juli 2017.
Gabung dalam percakapan