Tuhan Cahaya Langit & Bumi
Telah banyak regukanku meminum air garam
Telah banyak juga isapan peluhku
Tak perlu engkau memilihku
Hanya karena aku terlihat baik dihadapanmu
Palingkanlah wajahmu ke yang lain
Seorang yang setiap saat menemuimu
Mungkin, dia lebih membutuhkanmu
Aku tak ubahnya bagai binatang jalang
Biarkan aku arungi kesendirian bersama kekasih sejatiku
Keadaan sebelum engkau mengenalku
Aku akan mundur, lenyap dan lekas menghilang
Terbang ke angkasa yang tak berujung
Tuhan cahaya langit dan bumi
Selamat pagi, Mentari.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 8 Oktober 2018.
Gabung dalam percakapan