Puisi Untukmu
Puisi untukmu.
Terus ku melangkah, menyingkapkan sejuta cerita.
Antara perjuangan dan cinta.
Darah menghitam, air mata keluar.
Hati berapi-api membakar sunyi.
Bintang bersinar terang di atas pucuk tertinggi.
Terus ku cari dalam semak belukar penuh misteri.
Pedang mulai ku ayunkan menebas leher kepalsuan.
Masih belum ku temukan jalan itu.
Jalan menuju hatimu yang menerangi langkahku.
Langkah untuk membuka cara berpikirku.
Menyusun kata menjadi sebuah bahasa.
Untuk di mengerti olehmu.
Sebuah mesin tua yang tersayang.
Itulah kamu-ku.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 15 Oktober 2016.
Gabung dalam percakapan