Sumber
Situs IHFANDICAHYO.COM sudah dialihkan ke IHFANDICA.COM. Terima kasih atas perhatiannya. _/\_

Ponokawan: Sanepo Kisah Klasik

Sebuah cerita, Truk. Konon dulu ada seorang Kiai dari pegunungan, ia berkelana menuruni gunung sambil naik tampah. Alias mabur, katanya. Orang-orang sampai dengan saat ini masih meyakini cerita seperti itu, namun sebentar, tak hanya di Jazirah Arab, mungkin di seluruh penjuru dunia pernah berada dalam masa yang sama. Sebut saja karya sastra klasik Tiongkok, ini menurutku kemudian menurunkan gaya-gayanya ke daerah sekitar seperti Jepang dan Korea, misalnya. Termasuk juga di Nusantara, Jawa khususnya dalam pokok cerita ini. Padahal dalam khazanah sastra Jawa juga mengenal sanepo, sebut saja personifikasi atau kiasan. Kembali lagi ke Kiai yang naik tampah, di sini tampah mempunyai filosofi sebagai menerima (nompo) bahkan dalam makna sosial berarti media untuk bersosialisasi juga bertegur sapa. Masih dalam cerita yang sama, Kiai yang naik tampah itu di gambarkan sedang unjuk gigi mengenai keilmuannya, yang pada akhirnya seorang Kiai juga yang kondang di daerah tersebut menerimanya menjadi seorang murid. Poinnya adalah Kiai gunung tersebut tak lantas benar-benar menaiki tampah, hanya saja Kiai tersebut mencoba di gambarkan sebagai seorang murid yang siap menerima ajaran dari gurunya.

Rahayu.

Teks asli di publikasikan pada tanggal 16 Oktober 2021.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!