Penguasa
Aku disini
Tubuhku kedinginan sedingin tempatmu merentangkan badan berbalut sutera
Perutku bersenandung seperti orkes yang engkau sewa
Aku meringkuk diatas bantalan rel, tempat engkau mengirimkan tanda
Air mataku jatuh, tapi siapa peduli sebab mata yang lain telah buta
Darahku bercucuran, tetapi engkau membuatnya menjadi tinta
Airku tak sejernih air minum yang engkau teguk
Sebab yang bagus telah engkau keruk
Aku adalah raja
Dan engkau adalah pemberontak yang menggulingkan rajanya
Tetapi karena engkau berkuasa
Engkau punya kekuatan untuk menghentikan masa
Teruslah berkelit dan memainkan drama
Supaya yang lain lekas lupa
Engkau sedang menyusun rencana selanjutnya
Kini engkau menganggapku pengemis
Tak bisa lagi bersikap romantis
Sebab parfumku berbau amis
Bahkan engkau membungkam yang kritis
Lupa
Aku akan menolaknya
Engkau telah menembak dengan senjata
Sementara aku menangis, engkau tertawa
Berpakaian bersih rapi, yang ada hanyalah dusta
Engkau mengubur harapan dan cita
Membuat menumen sebagai pusara
Meskipun hanya kata-kata
Tuhan akan memberinya jiwa
Untukmu bercermin dan berkaca
Senja
Teks asli di publikasikan pada tanggal 20 Oktober 2020.
Gabung dalam percakapan