Kontemplasi Kata-Kata
Kekasih, tangis merupakan kata-kata yang tak mampu di kata lagi. Senada dengan apa yang aku yakini selama ini, bahwa kata-kata itu terbatas. Sebabnya banyak cabang seni lahir, tidak terkecuali seni untuk mencintaimu, mencintai-Mu. Karena mencintai juga memiliki seni yang tak hanya tentang kata, itu adalah tindakan nyata.
Meski yang tak akan pudar ketika sang kala bergegas adalah kata, namun kata-kata tak akan mampu menuliskan setiap kemegahan tentang Cinta, Kekasih.
Kata-kata laksana alat untuk melampaui gagasan kesadaran. Sekaligus dapat menjadi alat untuk membunuh kesadaran itu sendiri.
Seseorang yang benar mencintaimu tak perlu banyak berorasi tentang kata, bak politikus mengumbar fatamorgana, Kekasih. Sebab hidup ini adalah realita bukan khayalan semata.
Saat engkau sedang melihat seseorang menangis dalam lara dan duka akibat kesalahannya. Jangan pernah melemparinya dengan batu. Karena Tuhan menciptakan air mata untuk membasahi lekuk hidung dan pipinya. Supaya dari sanalah akan lahir benih-benih kehidupan baru yang akan mengerti serta belajar mengenai sejarah kelahiran kehidupannya.

Gabung dalam percakapan