Sumber
Situs IHFANDICAHYO.COM sudah dialihkan ke IHFANDICA.COM. Terima kasih atas perhatiannya. _/\_

Karna: Arti Sebuah Kesetiaan



“Ibu, yang engkau katakan berlawanan dengan dharma. Jika meninggalkan kewajibanku, aku akan menyakiti diriku lebih parah dari pada apa yang bisa dilakukan seorang musuh kepadaku di medan perang. Ibu telah merenggut semua hakku dengan membuangku, seorang bayi yang tak berdaya, ke sungai. Mengapa sekarang ibu bicara padaku tentang kewajiban seorang ksatria? Ibu tidak pernah membicarakan cinta ibu yang adalah hak setiap anak. Dan sekarang, karena mencemaskan anak-anak ibu yang lain, ibu menceritakan asal-usul kelahiranku. Jika aku bergabung dengan Pandawa, apakah dunia nanti tidak akan mengutukku sebagai seorang pengecut? Aku dihidupi asam garam putra-putra Destarata. Mereka percaya kepadaku sebagai sekutu setia. Aku berhutang budi kepada mereka. Mereka memberiku perhatian dan kebaikan hati. Setelah perang menjelang, engkau menghendakiku meninggalkan Kurawa dan bergabung dengan Pandawa. Ibu, mengapa kau memintaku untuk menghianati asam garam yang telah kumakan? Bagaimana mungkin aku meninggalkan mereka? Adakah yang lebih hina dari pada orang yang menghianati orang yang telah menolongnya? Ibu terkasih, aku harus membayar hutangku, jika perlu dengan nyawaku. Jika tidak, aku akan tidak lebih dari seorang pencuri yang makan curian selama bertahun-tahun ini. Mohon maafkan aku.”

— Adipati Karna

Teks asli di publikasikan pada tanggal 18 Oktober 2017.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!