Dalam Selimut Asa Gubuk Derita
Di gubuk derita yang penuh nestapa
Terluka dan berselimut sepi
Menyendiri dalam gelap nan sunyi
Tiada hari tanpa rintih, tangis dan kepedihan
Silih berganti tanpa henti
Tak ada ampun, usai serta kesudahan
Kemana lagi hati kan bersandar
Jika tak ada pelabuhan yang menerimanya
Kemana lagi jiwa yang sunyi
Sebab kalut telah menguasai
Di sini bersamai damai
Keterbatasan
Perjuangan
Kebangkitan
Asa
Teks asli di publikasikan pada tanggal 14 Oktober 2020.
.jpg)
Gabung dalam percakapan