Dalam Sebuah Potret
Senja telah tiba
Memancarkan sinarnya yang menguning
Bagai daun menua lekas berguguran
Semilir angin menggerakkan rambut
Berkibar laksana bendera perang melambai-lambai
Nyalanya seperti api berkobar di atas tungku
Maju dan majulah
Berjalanlah di atas takdir kehidupan
Mengukir kenangan dari setitik air yang jatuh dari langit
Kerasnya rintang dan beratnya hukuman
Dunia akan terus berputar
Meresaplah terus dan temukanlah jalan yang lebar
Jalan yang dilalui oleh para pengagum
Apapun yang terjadi, di sanalah tujuan bersama
Meskipun keruh, penjernihan akan terus terjadi
Hingga bersatu kembali di samudera
Teks asli di publikasikan pada tanggal 20Oktober 2020.
Gabung dalam percakapan