Dia Hakim Yang Adil
Layaknya pohon yang kian mengering di ujung senja
Tak ada lagi daya dan upaya
Karena bisa saja tak pandang mata
Tua muda dapat ikut serta
Mengantar, kembali, di hadapan-Nya
Temaram melambai, mengecil dan hilang
Satu kata yang tak akan terbilang
Saksi dan menyaksikan
Mengakui dan di akui
Tapi siapakah? Hanyalah pohon liar yang tak bertuan
Mencinta di luar dugaan
Atas praduga
Tapi Dia hakim yang paling adil
Tak menganggap diam seperti kerdil
Yang terlihat besar, sejatinya kecil
Pemilik pengetahuan yang haq dan batil
Engkaulah satu-satu-Nya
Teks asli di publikasikan pada tanggal 23 Agustus 2018.

Gabung dalam percakapan