Al Fath: Kemenangan
Tuhan, dahulu engkau perdengarkan aku melalui guruku tentang Al Fath & An Nur. Sejak saat itu pula aku jatuh cinta. Engkau bahkan merawatnya saban sebulan tiap hari Jum'at tertentu pada suatu masjid yang aku singgahi. Di sanalah kedua surat itu berkumandang megah nan gagah.
Tuhan, ternyata tidak sampai di situ. Dalam suatu kesempatan yang tidak disengaja, Engkau pertemukan aku dengan seorang hamba dan dalam pertemuan itu Engkau menanamkan benih-benih cinta kami berdua dengan Al Fath. Sehingga kini kami-pun selalu terkesima dengan senyuman pada setiap ayat-ayatnya.
Tuhan, bukankah Al Fath berarti kemenangan? Di sana pula Engkau memberikan isyarat akan kemenangan, ampunan dan ketenangan? Apakah ini tentang kemenanganku dalam pilihan burukku untuk setiap keputusasaan yang tengah aku pilih pada hari lalu? Kemenangan karena Engkau menghadirkan hamba-Mu ini yang hafal setiap sloka? Juga sebagai penenang akan kehidupanku yang gelisah?
Tuhan, atas apapun itu, aku berterima kasih kepada-Mu karena telah menghadirkan ia yang mencintaiku tanpa tapi dan karena. Ia yang hanya mencintaiku tulus dengan cintanya juga bersyukur karena telah memilikiku. Bukankah sebaik-baiknya kebahagiaan adalah karena mensyukurinya, Tuhan?

Gabung dalam percakapan