Sumber
Situs IHFANDICAHYO.COM sudah dialihkan ke IHFANDICA.COM. Terima kasih atas perhatiannya. _/\_

Setiap Senja Menangisi Diriku Sendiri



“Setiap senja tiba, aku menangisi diriku sendiri, Kekasih. Waktu begitu cepat berlalu.”

Meskipun Tuhan punya rahmat, tapi Tuhan juga punya siksaan. Jika terbitnya mentari mengingatkan akan kelahiran, lalu bagaimana dengan senja? Apakah yang telah dilakukan setelah terbit dan ketika senja mulai menunggu, Kekasih?

Teks asli di publikasikan pada tanggal 30 Juli 2019.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!