Dialektika Cinta
Setiap manusia seyogianya sudah di ajarkah pemahaman cinta sejak kanak-kanak dalam lingkup keluarga. Itu adalah cinta tentang hubungan yang melekat antara anak dan orang tua. Di manapun, kapanpun, apapun yang anak lakukan, cinta orang tua tidak akan pernah berkurang atau bertambah. Inilah gagasan awal mengenai cinta yang tak akan lekang oleh waktu. Karena esensi cinta bukanlah kalkulasi perihal apa yang akan didapat setelah memberi — mencintai.
Dengan berjalannya waktu seorang anak akan menemukan cinta-cinta yang lain. Cinta kepada lingkungan misalnya adalah berkenaan tidak menyakiti jika engkau tidak ingin di sakiti. Lingkungan yang juga ternyata lebih luas dari sekadar sekolah di dalam keluarga. Meski luas, tanggung jawab mencintai lingkungan akan dibagi-bagi dengan individu lainnya. Sebenarnya, apapun layak mendapatkan cinta atau di cintai, meski apa yang kita cintai tidak semuanya untuk di miliki.
Kemudian ia akan menyadari bahwa dalam kehidupan ini, manusia cenderung bersosialisasi atau menjalin hubungan-hubungan dengan lebih banyak individu. Hubungan ini tentu memiliki akar cinta sebagai manifestasi cinta kepada sesama. Cinta yang di topang oleh persamaan nasib, tujuan dan kesepakatan. Meski nyatanya cinta dalam tahap ini terlalu kompleks. Sebab setiap individu mempunyai gagasannya masing-masing tentang kebenaran cinta, jalan cinta dan metode untuk mencintai cinta. Harus di pahami, bahwa apapun gagasannya, hakikat cinta tetaplah sama.
Jalinan hubungan yang terus terjadi akan menimbulkan tunas cinta baru. Fase ini dalam budaya Jawa di sebut dengan Selawe. Sebuah ruang privat yang di bangun oleh sepasang manusia. Tempat mencurahkan segala suka dan duka. Jendela untuk dapat saling memahami dimensi-dimensi lain, lebih banyak sudut pandang serta proses layaknya tanaman berkembang, berbunga dan berbuah atau memiliki taruk baru.
Pada akhirnya setiap pengalaman dan prosesi pengenalan atau mengenali cinta akan sampailah pada kesejatian cinta. Cinta yang akan selalu sama dari waktu ke waktu. Cinta yang tidak akan berkhianat dan tetap setia. Cinta yang tidak akan ingkar janji. Cinta yang tidak akan pernah di temukan di manapun dan pada apapun. Inilah perasaan cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apabila level cintamu sudah sampai pada tahap ini, engkau tak akan pernah lagi merasa sendirian meski sedang sendiri. Engkau tidak akan pernah merasa takut meski gada lekas terpaut. — inilah keindahan.

Gabung dalam percakapan