Rahasia Semesta
Selamat siang, Sinta.
Terkadang aku berpikir, bahwa malam itu aneh. Mengapa ada malam? Apakah malam di ciptakan untuk merenung? Tetapi apakah, manakah di dunia ini yang tidak aneh? Misalnya saja, tumbuhan tanpa di beri hal-hal yang ada pada diri manusia, nyatanya dapat hidup. Hewan, pun, hampir serupa. Namun manusia di beri hal-hal lain seperti hanya untuk bertahan hidup di dunia, sekali lagi bertahan hidup. Aneh memang, Jangan-jangan manusia memang bukan penduduk asli bumi? Lalu dengan angkuh menganggap bumi adalah milik manusia dan membuat kerusakan di mana-mana. Juga, dalam benak manusia selalu ingin mencari sesuatu yang baru. Apakah itu semacam pengaturan yang telah di buat sebelumnya untuk memerintah segenap organ dan pada akhirnya di buat sesuatu, menemukan sesuatu, melihat sesuatu, lucunya lagi semua sesuatu itu sudah di tulis di dalam sebuah lembaran. Seolah apa yang di lakukan manusia sudah di tetapkan sebelumnya.
Semacam runtutan kode yang di berikan limitasi oleh pengembangnya. Mungkin, dari sinilah teknologi robotika berkembang, para ilmuwan dan saintek mengagumi sesuatu yang sangat mengagumkan. Bagaimana dalam sebuah benda tertentu dapat bergerak dengan otonom, memiliki pola berpikir dan menentukan apa yang harus dilakukan. Misalnya bahwa ternyata teknologi-teknologi masa kini sebenarnya juga didasarkan atau terinspirasi oleh hal-hal yang telah ada sebelumnya. Semisal cara kerja pesawat, pompa air, radio, dll.
Maka dengan sudut pandang seperti itu, manusia seyogianya tidak akan pernah bisa melampaui apa yang telah ada dan telah di program lebih dulu dengan berbagai kebebasan dan limitasinya yang ada.
Soal apa, ini?
Soal yang tidak perlu di pikirkan, namun terkadang beberapa waktu layak untuk di renungkan.

Gabung dalam percakapan